Strategi Mitra Stania Prima Tembus Pasar Timah Dunia

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin

Jakarta – Ekspor logam timah masih bergeliat meski pandemi Covid-19 belum sepenuhnya mereda. Harga timah di Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) bahkan cenderung stabil pada kuartal I hingga pertengahan April, yaitu pada angka 28.000 dolar AS per ton.

Salah satu perusahaan tanah air yang berhasil menggeliat adalah PT. Mitra Stania Prima (MSP). Perusahaan ini berhasil membukukan ekspor logam timah sebesar 3.299 ton, yang mendekati Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) 2020 perseroan yang diberikan Dinas ESDM Bangka Belitung sebanyak 3.300 ton logam timah.

CEO PT. MSP Aryo Djojohadikusumo membeberkan bahwa keberhasilan itu tidak lepas dari strategi ekspor ke berbagai negara di luar negeri.

“Perdagangan dilakukan melalui bursa timah Indonesia, Jakarta Future Exchange ke Amerika Serikat, negara-negara di Eropa dan Asia,” katanya kepada wartawan, Rabu (1/12).

Aryo menjelaskan, merek MSP di bursa London Metal Exchange sudah terdaftar sejak 8 Juni 2017 dan saat ini sedang memperbaharui registrasi merek dagang tersebut.

Dia berharap, tahun ini prosesnya selesai karena seluruh persyaratan adminstratif yang diperlukan telah dipenuhi oleh perusahaan. Dengan begitu ekspor bisa lebih digencarkan.

Strategi lainnya, kata Aryo adalah kepatuhan perseroan atas inisiatif Responsible Mineral Assurance Program (RMAP) yang mendapat respon positif dari konsumen logam timah, yakni Nike Inc.

Produsen sepatu olahraga asal Amerika Serikat (AS) itu, bahkan mengirimkan email apresiasi kepada perseroan dan seluruh anggota peserta program RMAP atas keikutsertaan dalam inisiatif tersebut.

“Hal ini dikarenakan Nike mendukung transparansi dan standar yang diterapkan industri pertambangan khususnya timah dalam kebijakan rantai pasok dan proses bisnis mereka,” paparnya.

“Hal yang sama dilakukan oleh Tesla yang hanya akan menggunakan produk industri pertambangan dari pelaku bisnis yang tersertifikasi oleh RMAP,” sambung Aryo.

PT. Mitra Stania Prima merupakan anak perusahaan tambang dari Arsari Tambang. Selain PT MSP ada juga PT. Mitra Stania Kemingking dan PT. Mitra Stania Bemban yang bergerak di bidang timah berlokasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

PT. Mitra Stania Prima (MSP) merupakan perusahaan timah terintegrasi yang beroperasi di Bangka. Kegiatan MSP termasuk eksplorasi, eksploitasi, penambangan, pengolahan, peleburan, pemurnian, menjual serta mengekspor timah.

Selain itu, sebagai warga komunitas Bangka, MSP juga terlibat dalam program-program pengembangan komunitas. PT. MSP adalah induk dari PT. Mitra Stania Kemingking (MSK) dan PT. Mitra Stania Bemban (MSB).

Sumber: https://ekbis.rmol.id/read/2021/12/01/513604/strategi-mitra-stania-prima-tembus-pasar-timah-dunia

 

id_IDID
Scroll to Top