Masuk Pasar Eropa hingga Amerika, Ekspor Timah MSP Terus Digenjot

Share on twitter
Share on facebook
Share on linkedin

VIVA – Meski dalam kondisi pandemi, namun ekspor logam timah masih tinggi. Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) mencatat nilai transaksi timah mencapai Rp2,4 triliun pada kuartal I-2021. Sementara volume transaksi timah mencapai 6.294 metrik ton.

Rata-rata harga timah ICDX pada kuartal I sampai pertengahan April terpantau stabil pada rentang level US$ 28.000 per ton. Bahkan, berdasarkan pantauan, berhasil mencapai rekor tertinggi pada Mei di level US$32.400 per ton.

Salah satu eksportir timah asal Indonesia antara lain PT Mitra Stania Prima (MSP) yang berhasil membukukan ekspor logam timah sebesar 3.299 ton. Capaian tersebut mendekati Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) 2020 perseroan yang diberikan Dinas ESDM Bangka Belitung sebanyak 3.300 ton logam timah.

CEO PT MSP Aryo Djojohadikusumo menjelaskan, perdagangan itu dilakukan melalui bursa timah Indonesia, Jakarta Future Exchange ke sejumlah negara hingga Eropa. “(Diekspor) ke Amerika Serikat, negara-negara di Eropa dan Asia,” jelas Aryo dalam keterangannya, Kamis, 1 Juli 2021.

Merek MSP sendiri di bursa London Metal Exchange, lanjut Aryo, terdaftar sejak 8 Juni 2017 dan saat ini sedang memperbaharui registrasi merek dagang tersebut. Tahun ini diharapkan selesai dan bisa terus menggenjot ekspornya.

“Diharapkan tahun ini prosesnya selesai karena seluruh persyaratan adminstratif yang diperlukan telah dipenuhi oleh perusahaan,” ucapnya.

Menurut Aryo, kepatuhan perseroan atas inisiatif Responsible Mineral Assurance Program (RMAP) mendapat respons positif dari konsumen logam timah yakni Nike Inc. Produsen sepatu olahraga asal Amerika Serikat (AS) itu. Aryo mengirimkan surat elektronik apresiasi kepada perseroan dan seluruh anggota peserta program RMAP atas keikutsertaan dalam inisiatif tersebut.

“Hal ini dikarenakan Nike mendukung transparansi dan standar yang diterapkan industri pertambangan khususnya timah dalam kebijakan rantai pasok dan proses bisnis mereka,” paparnya.

Menurutnya, Tesla juga melakukan hal yang sama. “Hal yang sama dilakukan oleh Tesla yang hanya akan menggunakan produk industri pertambangan dari pelaku bisnis yang tersertifikasi oleh RMAP,” sambung Aryo.

Untuk diketahui, ARSARI TAMBANG memiliki beberapa anak perusahaan pertambangan, di antaranya PT Mitra Stania Prima, PT Mitra Stania Kemingking dan PT Mitra Stania Bemban yang bergerak di bidang timah berlokasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

PT Mitra Stania Prima (MSP) merupakan perusahaan timah terintegrasi yang beroperasi di Bangka, Indonesia. Kegiatan MSP termasuk eksplorasi, eksploitasi, penambangan, pengolahan, peleburan, pemurnian, menjual serta mengekspor timah.

Selain itu, sebagai warga komunitas Bangka, MSP juga terlibat dalam program-program pengembangan komunitas. PT. MSP adalah induk dari PT. Mitra Stania Kemingking (MSK) dan PT. Mitra Stania Bemban (MSB).

Penulis : Fikri Halim
Sumber : https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1384051-masuk-pasar-eropa-hingga-amerika-ekspor-timah-msp-terus-digenjot?page=all&utm_medium=all-page

id_IDID
Scroll to Top